Selasa, 25 September 2012

Ombak dan Kapal Pesiar

Pada suatu hari seorang gadis kecil bermain-main di pantai. Dia tidak suka dengan laut, akan tetapi hari itu ada sesuatu yang menariknya kesana. Dia tidak tau apa itu. Dia memutuskan hanya berjalan di tepian pantai. Dari kejauhan terdengar suara gemuruh air bergulung-gulung mendekatinya, dan mengguyur kedua kaki mungil serta sedikit ujung roknya. Dia suka. Akhirnya dia mulai bercengkerama dengan ombak. Sesekali dia terjatuh karena dorongan ombak, tapi tawanya tidak pernah lepas dari wajahnya. Dia bermain hingga lupa waktu.

Semakin sore ombak semakin besar, tapi gadis itu tidak takut walaupun ombak telah membawanya jauh hingga ke pulau kecil ditengah laut. Sampai akhirnya malam datang, ombak tidak lagi muncul. Gadis itu sedih, dia mulai merasa takut. Dia tidak menyangka ombak akan meninggalkannya begitu saja. Meski begitu dia tetap menunggu kehadiran sang ombak agar dia bisa bermain-main lagi. Malam berganti pagi. Ombak pun datang kembali. Gadis itu senang. Dia mulai melewati hari-harinya bermain bersama ombak. Haripun berganti bulan. Gadis itu mulai menyadari bahwa walaupun menyenangkan, tapi seringnya ombak pergi meninggalkannya. Dia sedih ombak tidak bisa menemaninya bermain sepanjang waktu. Dia memutuskan berhenti bermain dengan ombak. Disaat gadis itu termenung, tiba-tiba terdengar suara bising memekakkan telinga.

Dari kejauhan nampak sebuah kapal pesiar sedang berjalan menuju ke pulau kecil tempat si gadis. Gadis kecil kaget, bagaimana sebuah kapal pesiar bisa berlabuh di pulau sekecil ini. Si gadis pun mendekati kapal pesiar dengan hati-hati. Kapal itu tidak semewah Titanic, tapi kelihatan cukup tangguh untuk menyeberangi lautan. Gadis itu berpikir, "apakah kapal ini dapat membawaku pulang? ataukah sebenarnya ini kapal bajak laut yang mencari mangsa anak kecil? atau didalam kapal ini ternyata berhantu?". Gadis itu tidak berani masuk. Dia menimbang-nimbang apakah dia akan naik kapal pesiar dan pulang ataukah tetap bermain dan tertawa bersama ombak. Dua pilihan yang menurutnya sulit. Dia sempat berpikir untuk meninggalkan ombak dan kapal dan pergi masuk kedalam pulau saja. Namun pulau ini terlalu liar untuk seorang gadis kecil.

Selama berhari-hari si gadis hanya duduk memandangi ombak dan kapal secara bergantian, kemudian terlelap. Saat terbangun, gadis itu sudah menetapkan pilihannya. Perlahan dia berdiri dan berjalan mendekati kapal pesiar. Satu demi satu kaki mungilnya menapaki anak tangga. Gadis kecil was-was. Sesampainya diatas kapal, anak tangga menutup. Dia tahu dia tidak bisa kembali lagi. Kapal pun mulai berlayar. Gadis kecil merasa senang. Sebentar lagi dia akan pulang. Dia mengerti, dia tidak tahu apa yang akan menemuinya di depan sana. Bisa saja kapal ini menabrak karang atau dihempas badai dan karam. Tapi dia sudah memutuskan untuk mengarungi lautan bersama sang kapal pesiar, dan yang pasti, pulang ke rumah.

2 komentar:

  1. lanjuuuuttttaaannya ditungguu.haha. ini petualangann taa?? jgn buat pnasaran terus ta meee

    BalasHapus
  2. ini dongeng.. hehe.. ga ada kelanjutannya :D

    BalasHapus