Senin, 06 Agustus 2012

Curahan Hati Seorang Pacar

Cuaca cerah, namun dingin. Semilir angin yang berembus membuat bulu kuduk berdiri, sebagian lagi membuat jendela kamar bergoyang dan menabrak dinding beberapa kali, cukup untuk membuatku terkejut. Pandanganku jauh keatas langit, menembus jeruji teralis yang dipasang dijendela. Aku menghela nafas. Aku enggan untuk melakukan apapun, tapi tubuhku secara spontan menyalakan laptop dan memasang modem. Sejurus kemudian aku membuka google chrome dan dengan cepat mengetik satu alamat web yang terlintas dibenakku, facebook. Sesuai dugaan, tidak ada notification disana karena memang sebelum online dilaptop aku sudah membaca new notification melalui androidku. 

Saat aku sedang asyik berselancar di web lain, tiba-tiba terdengar suara 'pop' dari facebook. Ada yang mengirim pesan. Aku diam untuk melihat siapa yang mengirim pesan itu, tidak perlu mengklik halaman facebook karena namaku berkelip-kelip berganti dengan nama si pengirim. Ternyata pacar sahabatku. Aku buka jendela chatting dan kubaca dengan hati-hati isi pesannya. Pertama dia bilang 'pagi', kedua dia langsung menuju ke pokok pembicaraan.

X : hei may, apa kmu tau dy lagi apa?
Y : ga tau, emg knpa mas?
X : ya itu, akhir" ini dy repot bgt, di sms jrg bgt bls, itupun balesannya pendek" bgt
Y : nah, sama berarti, dy kalo ak sms malah ga pernah bls

Bukannya aku mau manas-manasin dia, aku cuma mau bicara jujur saja, tidak ada yang ditutup-tutupi. Aku tidak akan memaparkan semua chattinganku disini, tapi aku akan menceritakan secara ringkas saja. Intinya dia bingung kenapa si pacar, yang adalah sahabatku itu akhir-akhir ini bertingkah aneh. Dia tidak pernah bales sms dari pacarnya, ditelepon juga dibiarkan saja, tidak direject, tapi juga tidak diangkat. Pernah suatu hari pacarnya sms menanyakan dia ada dimana. Sahabatku menjawab bahwa dia sedang dirumah. Lalu pacarnya berkata bahwa dia akan kerumahnya, lalu sahabatku berkata kalau dia tidak ada dirumah.

Sang pacar bertanya padaku apa dia memang seperti itu. Aku berkata jangankan kamu, aku yang sahabatnya saja juga sering diperlakukan begitu. Dia meminta padaku untuk mencari tahu apa alasan sahabatku bersikap menghindar seperti itu. Aku menjawab "serahkan saja padaku". Dan setelah percakapan diakhiri kata 'c ya', aku menghela nafas.

Sahabatku yang satu itu memang sedikit susah ditebak. Sejak SMA, dia memang suka sekali 'menghilang', namun terkadang dia muncul disaat tidak terduga, seolah tidak terjadi apa-apa. Tidak jarang aku dan temanku yang lain marah, percuma saja dia tetap seperti itu. Aku kaget ternyata pacarnya juga mengeluhkan hal serupa. Padahal aku tau, sahabatku itu sayang sekali sama pacarnya. Aku memang tidak terlalu kenal pacarnya, tapi dari ceritanya, aku tau bahwa pacarnya pun juga merasakan hal yang sama. Apalagi kalau bukan sayang, pacarnya sampai khawatir, bingung, kelabakan mencari dia. Pernah dulu, lewat facebook juga, pacarnya menanyakan apa saja kesukaan sahabatku padaku. Kalau bukan karena sayang, apalagi? Diam-diam aku mengutuk sikap sahabatku ini, karena membuat orang disekitarnya yang peduli padanya khawatir.  

1 komentar: