Suatu malam, aku sedang mengerjakan tugas sambil nulis postingan terakhir. Seperti biasa, akun facebookku selalu kuaktifkan terlebih dulu. Tiba-tiba saja ada bunyi 'pop' beberapa kali dari satu jendela chatting. Ah, lama tidak sua, teman. Batinku. Kubuka dan kubaca pelan-pelan isinya. Haha, dia tidak berubah, langsung to the point. Dia adalah pacar seorang sahabatku yang beberapa bulan lalu kutulis postingan cerita tentangnya. Bedanya, mereka sekarang sudah putus, maka akupun menambahkan kata 'mantan' di judul postingan. Jujur, aku kaget sekali waktu sahabatku cerita kalau mereka sudah putus, dan aku benar-benar menyayangkannya. Sebagai seorang sahabat, harus kuakui kalau mereka itu serasi banget dan sepertinya saling mengisi. Mereka pacaran juga sudah cukup lama, walaupun itu tidak selamanya mulus. Mereka pernah putus untuk waktu yang lumayan lama juga.
Aku tidak akan menceritakan secara detil isi curhatan mantannya itu. Tapi intinya dia masih berharap bisa balikan sama sahabatku. Cuma sedikit yang bisa kusarankan untuk dia. Selain tidak ingin ikut campur terlalu jauh, alasan utamanya adalah karena keadaanku sendiri juga tidak jauh berbeda seperti mereka berdua. Jika terlalu banyak berkomentar, aku akan semakin merasa bersalah pada diri sendiri. Rasanya aku berbohong pada diriku. Tapi toh tetap saja tidak bisa menolak saat dia meminta bantuanku untuk mengorek info tentang mantan kekasihnya itu. Namun, aku meminta waktu agak lama kepadanya. Setelah mengiyakan, akupun buru-buru pamit dan log out.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar